Nostalgia

Dah lama banget aku gak buka-buka folder khusus puisi karyaku di komputer. Eh gak tau kok tiba-tiba jadi pingin buka aja pagi ini. Dan aku teringat pernah bikin puisi yang agak konyol menurutku tapi berkesan. Puisi ini kubuat waktu masih SMA Kelas 3 dulu waktu ada tugas Bahasa Indonesia. Entah ide darimana ini (waktu itu internet masih langka banget), kebetulan aku jurusan IPA yang dapat tugas Bahasa maka jadilah puisi seperti di bawah ini. Jadi pingin ketawa waktu bacanya. Sambil bayangin betapa aku begitu konyol saat masa puber dulu…hahaha.

Tentang Cinta

Cinta bukanlah kumpulan partikel

Cinta bukan atom yang berkeliaran dalam hati

Bukan pula campuran asam basa

Bukan hasil titrasi maupun hidrolisa

Bukan juga pH atau hidrokarbon

Cinta ini aksi reaksi perasaan

Yang berotasi dan bertranslasi dalam jiwa

Tapi cinta bukan momentum apalagi impuls

Bukan medan magnet di antara dua jiwa yang berarus

Bukan fluks yang menembus kalbu

Bahkan juga bukan kalor yang mendidih

Di dalam ruh seorang pencinta

Cinta tak serumit integral

Mungkin lebih mirip diferensial

Cinta bukan irisan kerucut

Juga bukan limit-limit tak hingga

Cinta, serupa grafik sinus

Tapi lebih besar dari logaritma harapan

Lebih besar dari eksponen maupun fungsi kuadrat

Dan bukan peluang

Untuk dibenci atau dikasihi

Cintaku memang tak seindah ikatan DNA

Cintaku memang tak sekuat tengkorak manusia

Tak seberagam invertebrata

Tak seunik hormon-hormon

Tapi cukup menulari laksana virus dan bakteri

Dan cukup membius walau tanpa narkotika

Ikutilah aliran darah merah

Berhentilah engkau di hati

Kau kan temukan cinta yang menyambutmu