Apa Kata Dunia?

Hari gini gak bayar pajak, apa kata dunia?

Itulah sekelumit kalimat yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Yang bertujuan menyindir buat orang-orang yang sudah memenuhi syarat membayar pajak tapi gak mau membayar. Tapi bagaimana kalo ada juga kalimat yang gini?

Bayar pajak kok dipersulit, dunia kata apa?

Ya, seperti itulah kira-kira gambaran birokrasi yang dipersulit untuk membayar PAJAK KENDARAAN BERMOTOR di SAMSAT. Saat sang pemilik kendaraan sebagai wajib pajak sudah sadar akan haknya membayar, tetapi malah dalam pelaksanaan pembayarannya terkesan dipersulit. Dipersulit disini adalah mengapa membayar pajak kendaraan bermotor ini tidak dibuat seperti membayar rekening telepon atau rekening listrik. Asal ada STNK sebagai syarat, okelah. Yang penting kan kendaraan dengan nomor sekian sekian ini sudah dibayarkan pajaknya dan sudah masuk kas daerah (Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak daerah). Yang bikin sulit disini adalah keharusan untuk menunjukkan STNK beserta KTP asli orang yang memiliki, khususnya untuk kendaraan-kendaraan yang beli secondhand atau saat kendaraannya ada di daerah ini tapi yang empunya ada di daerah lain. Ujung-ujungnya adalah sang pembayar harus lewat “jalur belakang” karena hanya ada STNK sedangkan KTP pemilik kendaraan sesuai di STNK gak ada. So, UUD deh…ujung-ujungnya duit!

Lha kalau dah gini, siapa salah? Orang dah sadar bayar pajak tapi pembayarannya dipersulit.

Bayar pajak malah dipersulit, APA KATA DUNIA?

NB : pengalaman pribadi penulis yang setiap tahun kesulitan membayar karena motor beli second dan belum balik nama!

Advertisements